Minggu, 14 Oktober 2012

Qur'an Jawa Timur

Jawa Timur
Qur’an-Qur'an dari Jawa Timur: Tradisi Dluwang, Indo-Persia, dan Timur Tengah

Banyak mushaf Al-Qur’an dari Jawa Timur yang mencerminkan tradisi lokal, terutama dilihat dari jenis kertas, kaligrafi, dan iluminasinya (Gambar 1, 2, 3, 4). Meskipun demikian, tradisi intelektual masa lalu di Jawa Timur – juga Nusantara secara lebih luas - menghubungkan kawasan ini dengan pusat-pusat Islam di Timur Tengah dan Indo-Persia. Di antara pusat Islam yang terpenting pada masa lalu adalah Haramain, yang merupakan pertemuan berbagai tradisi Islam: Turki, Afrika Utara, Persia, Asia Tengah, dan India. Eratnya hubungan tersebut tercermin dalam beberapa mushaf yang ditemukan di Jawa Timur.
Gambar 1, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.
Iluminasi bentuk persegi merupakan ciri mushaf dari Timur Tengah, khususnya Turki, dan lengkungan-lengkungan semacam awan di sekitar baris tulisan mempertegas ciri khas tersebut. Demikian pula motif seperti rantai sebagai pembatas iluminasi, yang semakin memperkuat bahwa mushaf ini berasal dari Timur Tengah, tepatnya Turki (Gambar 5a, 5b). Sementara itu, mushaf lainnya (Gambar 6) memperlihatkan ciri Indo-Persia, meskipun disalin oleh penyalin mushaf tempatan.
Sementara, iluminasi tengah Al-Qur’an dalam mushaf lainnya (Gambar 7) mempunyai keunikan tersendiri. Gaya iluminasi seperti ini dalam tradisi naskah dunia Islam sebenarnya lebih sering menjadi iluminasi tunggal – bukan halaman ganda – yang biasanya ditempatkan di permulaan teks. Sebuah gaya ilumniasi dengan garis vertikal kanan dan kiri yang tinggi seperti itu sering digunakan dalam naskah berbentuk syair di Turki dan Persia.

Gambar 2, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Gambar 3, mushaf koleksi Museum Sunan Drajat, Lamongan.


Gambar 4, mushaf koleksi Museum Sunan Drajat, Lamongan.

 
Gambar 5a, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Gambar 5b, mushaf koleksi Museum Mpu Tantular, Sidoarjo.

Gambar 6, mushaf koleksi Museum Sunan Giri, Gresik.

Gambar 7, mushaf koleksi Museum Sunan Giri, Gresik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar