Jumat, 05 Agustus 2016

Tradisi Mushaf NTB

Antara Keraton dan Masyarakat
Tradisi Mushaf Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat

Dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 30 Juli-6 Agustus 2016, Lajnah menerbitkan katalog Khazanah Mushaf Al-Qur'an Nusa Tenggara Barat. Buku kecil ini memberikan gambaran singkat mengenai tradisi mushaf Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat
Katalog.

Rabu, 03 Agustus 2016

Qur'an dari Palembang

Mushaf Gaya 'Pantai Timur'


Menyaksikan 'Pameran Peradaban Islam' (demikian temanya) yang digelar dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 30 Juli - 6 Agustus 2016, ada satu pajangan yang menarik di anjungan Sumatera Selatan. Senang sekali, saya diberi izin untuk membuka Qur'an tua di dalam kaca itu. Inilah catatannya. 
Ukuran mushaf 30,5 x 20 cm, tebal 6 cm. kertas Eropa, cap kertas ProPatria, Concordia, dengan cap tandingan ‘Van Gelder’. 15 baris per halaman. Tinta hitam, merah untuk kepala surah, tanda tajwid, garis bingkai, dan lingkaran tanda ayat. Sampul kulit coklat dengan hiasan cap timbul. Mushaf lengkap, terdapat beberapa halaman kosong di bagian depan dan belakang. Kondisi naskah sampai dengan Surah Ali ‘Imran cukup bagus, namun halaman-halaman selanjutnya, hingga bagian akhir mushaf, rusak parah karena kertas dimakan tinta yang mengandung zat besi.
Halaman iluminasi awal mushaf, sebagian bersepuh tinta emas.

Selasa, 02 Agustus 2016

Kaligrafi Mushaf MTQ

Dari MTQ Lombok

Terlebih dahulu perlu dicatat besar-besar, bahwa perkembangan kaligrafi di Indonesia, dalam tiga dasawarsa terakhir, sangat membanggakan, dan terjadi lonjakan keterampilan yang luar biasa. Belakangan, era media sosial dewasa ini kian melejitkan, dan menjadikan para kaligrafer cepat terhubung dengan rekan-rekan kaligrafer dari belahan dunia lain dalam waktu sekejap, sehingga proses belajar demikian cepat. Sebagian kaligrafer Indonesia juga telah memenangi lomba khat internasional.
Nah, salah satu cabang yang dilombakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah cabang Kaligrafi Mushaf Al-Qur’an. Beberapa foto di bawah ini adalah hasil sementara (sebelum babak final) MTQ Nasional ke-26 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 30 Juli – 6 Agustus 2016. 
Membandingkan dengan tradisi mushaf lama, segera timbul kesan bahwa karya-karya di bawah ini sangat berbeda dengan ciri mushaf Nusantara pada umumnya, baik dalam model hiasan maupun warna.
Pajangan karya hasil lomba.

Rabu, 06 April 2016

Mushaf Qatar

Sebagai bandingan, saya akan memuat juga beberapa mushaf luar Nusantara yang saya masukkan ke dalam kategori "Mushaf Dunia Islam" (lihat: http://quran-nusantara.blogspot.co.id/search/label/-Mushaf%20Dunia%20Islam). 
“Mushaf Qatar” diprakarsai oleh amir Qatar Hamad bin Khalifah Al Tsani, bercover coklat dengan medalion warna emas bertuliskan ‘al-Qur’an al-Karim’. Mushaf dengan riwayat Hafs dari ‘Ashim ini dicetak oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam negara Qatar tahun 1430 H (2008-9). Ditulis oleh khattat Ubaidah Muhammad Salih al-Banki, pemenang lomba kaligrafi internasional yang khusus diselenggarakan untuk menulis Mushaf Qatar. Di bagian belakang mushaf terdapat penjelasan yang informatif berjudul ‘at-Ta’rīf bi-hāżā al-Musḥaf asy-Syarīf’ sepanjang 11 halaman. 

Rabu, 10 Februari 2016

Qur'an Sumbawa

Menelusuri Qur’an Kuno Sumbawa
Catatan Perjalanan

Untuk menuju Pulau Sumbawa, dari Jakarta, tidak ada penerbangan langsung. Pesawat mendarat di Mataram, dan perjalanan selanjutnya menggunakan angkutan travel, berupa minibus dengan 11 penumpang. Mobil yang saya tumpangi merapat di pelabuhan menuju Sumbawa tepat waktu, beberapa saat sebelum pintu feri ditutup. Langit masih menyisakan biru, sebelum pelan-pelan meredup jadi kemerahan. Para penumpang travel semua turun dari mobil, menyebar entah ke mana. Saya sempat meminta tolong kepada supir bahwa nanti saya dicarikan hotel di dekat “Istana Tua” – suatu istilah yang baru saya tahu tadi ketika mencari tiket travel. Istana Tua adalah sebutan untuk bekas istana Kerajaan Sumbawa.
Dari atas feri menuju Pulau Sumbawa.

Jumat, 18 September 2015

Pewarnaan baru

Jangan langsung percaya (10)
 Pewarnaan baru

Setiap naskah memiliki sejarahnya sendiri. Tidak semua naskah sekali diproduksi pada masa dahulu, lalu tidak mengalami intervensi dalam perjalanannya hingga masa kini. Dan, janganlah langsung percaya jika ada orang mengatakan bahwa sebuah naskah yang ia bawa itu KUNO sepenuhnya!
 Warna: 'ngêjrèng'!

Sabtu, 30 Mei 2015

Mushaf Pusaka

Karya Prof Salim Fachry: Mushaf Pusaka

Salah satu mushaf penting koleksi Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal adalah “Mushaf Pusaka”. Mushaf ini ditulis atas prakarsa Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno dan merupakan mushaf resmi yang ditulis tangan pertama kali setelah kemerdekaan RI. Mushaf ini dianggap sebagai hadiah dari umat Islam Indonesia untuk kemerdekaan RI. Mushaf Pusaka ditulis oleh Prof Drs H Salim Fachry, guru besar IAIN Jakarta (wafat 1988), dimulai pada 23 Juni 1948 (17 Ramadan 1367 H), selesai 15 maret 1950. 
Halaman awal Mushaf Pusaka.

Senin, 11 Mei 2015

Pengaruh Turki

Pengaruh Qur’an Turki Usmaniyah di Asia Tenggara

Tulisan saya berjudul “The Influence of Ottoman Qur'ans in Southeast Asia through the Ages” (Pengaruh Qur’an [Turki] Usmaniyah di Asia Tenggara dari Masa ke Masa) – diterjemahkan oleh Annabel Teh Gallop – dimuat di dalam buku From Anatolia to Aceh: Ottomans, Turks, and Southeast Asia, Andrew Peacock and Annabel Teh Gallop (eds), Oxford: Oxford University Press, 2015, hlm. 311-334. (Deskripsi lebih lengkap, lihat: http://ukcatalogue.oup.com/product/9780197265819.do).
Tulisan ini membahas tentang pengaruh Qur’an Turki Usmaniyah (Ottoman) terhadap Qur’an di Asia Tenggara, sejak masa manuskrip, masa cetak awal, hingga sekarang. Pengaruh Usmaniyah dapat dilihat pada aspek-aspek tertentu, seperti iluminasi, kaligrafi, dan tataletak teks. Pada masa belakangan, pengaruh tersebut lebih menguat, terutama sejak disahkannya "Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia" pada 1984, sebab salah satu dari tiga jenis Al-Qur’an yang disahkan tersebut didasarkan pada Qur’an Turki Usmaniyah yang dicetak oleh Matba’ah Bahriyah di Istanbul. Jenis mushaf ini telah lama digunakan di Indonesia oleh para penghafal Al-Qur’an di berbagai pesantren tahfiz -- sering disebut sebagai 'Qur'an pojok' atau 'Qur'an sudut'.
Jika Anda ingin memperoleh pdf artikel saya di buku ini, sila email saya: aliakbar.kaligrafi@gmail.com
Sampul buku.

Jumat, 08 Mei 2015

Milad BQMI

Milad ke-18 Bayt al-Qur'an & Museum Istiqlal
Kliping Media Online 

1.        Bayt Alquran dan Museum Istiqlal Genap 18 Tahunhttp://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=257649
2.        “Menteri Agama RI resmikan penulisan Mushaf Alquran Standar Indonesia” http://www.robians.com/2015/05/milad-bayt-al-quran-dan-museum-istiqlal.html#.VU2QFSusVWI
3.        “Menag: Indonesia memiliki seni baca Al Quran sendiri”http://www.antaranews.com/berita/494712/menag-indonesia-memiliki-seni-baca-al-quran-sendiri
Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin. (Foto-foto: media online)