Astana Pangeran Mangkubumi, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mempunyai ratusan koleksi naskah, berupa surat-surat (telah dibuat katalog, terbit 2024), dan naskah-naskah keagamaan. Sebuah koleksinya yang menarik dan langka adalah Qa'idah Bagdadiyah cetakan Bombay.
Metode baca Qur'an ini sudah lama dikenal oleh masyarakat muslim Indonesia dan Asia Tenggara. Mungkin mulai digunakan bersamaan dengan awal beredarnya Qur'an-Qur'an cetakan Bombay (atau India) di kawasan ini, sekitar 1870-an. Metode klasik ini hingga sekarang masih dicetak dan digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Percetakan Toha Putra Semarang dan Menara Kudus masih mencetak metode ini (https://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/qaidah-bagdadiyah.html).
Di bawah ini beberapa halaman penting yang masih tersisa, khususnya bagian awal, yaitu latihan mengeja (di bagian header ditulis 'qism awwal'). Di halaman 24 terdapat catatan yang menyatakan bahwa kitab ini ditulis oleh Haji Muhammad Katib Sammah - nama yang juga tercantum di beberapa Qur'an cetakan Bombay. Di halaman ini juga terdapat nama-nama harakat fathah, kasrah, dammah, sukun, tasydid, tanda mad wajib dan mad ja'iz dalam bahasa Urdu atau Parsi.
Artikel terkait:
"Qa'idah Bagdadiyah": https://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/qaidah-bagdadiyah.html
"The Influence of Ottoman Qur'ans in Southeast Asia through the Ages": https://www.academia.edu/10791780/The_influence_of_Ottoman_Qur_ans_in_Southeast_Asia_through_the_ages
Teringat ketika di mushola kampung di Juwana Pati tahun 80an,huruf huruf model itu meski sulit membacanya juga sulit melupakannya.dan saya ngotot memiliki dan membacanya,dengan itu saya menghadirkan guru ngaji saya,terima kasih
BalasHapus