Kondisi mushaf tidak lengkap, halaman-halaman depan dan belakang telah rusak, dan catatan kolofon yang diharapkan ada, tidak kita temukan. Maka yang bisa kita lakukan adalah perbandingan dengan mushaf lainnya dalam satu korpus, yang kita temukan sebelumnya. Berdasarkan perbandingan, khususnya paleografi, saya 'pastikan' mushaf ini ditulis oleh Abdul Qadir bin Mustafa Terengganu.
Mushaf hasil karya Abdul Qadir lainnya adalah koleksi Islamic Arts Museum Malaysia, IAMM 1998-1-3459 - sayangnya tidak berkolofon juga, sehingga tidak bisa kita pastikan waktu penulisannya. Adapun koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde, Belanda, RMV 03-240, alhamdulillah, berkolofon lengkap, selesai ditulis oleh Abdul Qadir pada 20 Juni 1870. Mushaf ini berasal dari Aceh, diperoleh Belanda dari Ekspedisi Pidie, 1898.
Berdasarkan perbandingan, menjadi jelas bahwa Abdul Qadir 'paling kurang' telah menulis dua 'master' cetak litograf mushaf, karena mushaf koleksi IAMM berbeda dari mushaf ini. Kapasitas penggandaan melalui cetak batu terbatas, sehingga penulisnya tidak hanya satu kali menulis 'master' mushaf siap cetak.
My Name Riduan Goh, from Singapore. Wish to learn more about Al Quran can WhatsApp +6588050761. Thank You
BalasHapus