Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Koleksi Inggris

Qur'an Nusantara Koleksi Inggris 

Koleksi mushaf Nusantara terbanyak berpusat di kawasan Nusantara sendiri, terutama Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Dalam kepustakaan Eropa, naskah Al-Qur'an tidak terlalu banyak. Masuk akal, karena kajian mereka, sejak abad ke-17 maupun sesudahnya, selalu terfokus pada bahasa dan sastra. Para peminat naskah di Barat pun jauh lebih banyak mengumpulkan naskah-naskah sastra dan sejarah, daripada naskah Al-Qur'an. Menurut Annabel Teh Gallop, Kepala Bagian Asia Tenggara The British Library, London, tidak ada Al-Qur'an Nusantara dalam naskah-naskah Raffles, Mackenzie dan Farquhar pada awal abad ke-19, demikian pula dalam naskah-naskah Wilkinson, Winstedt dan Maxwell pada awal abad ke-20.  
Di seluruh Inggris, sebelum tahun 1995 hanya terdapat 4 buah mushaf Nusantara. British Library hanya menyimpan dua buah Al-Qur'an dari Asia Tenggara, yang diperoleh John Crawfurd selama kekuasaan administratif Inggris di Jawa (1811-1815). Baru sejak tahun 1996 British Library memperoleh sekitar 7 buah mushaf lagi, dua di antaranya dari Aceh. Selain mushaf-mushaf tersebut, ada satu buah fragmen mushaf dalam koleksi William Marsden, dan satu buah mushaf lainnya koleksi Royal Asiatic Society (Arabic No. 4).
Baru-baru ini British Library meng-online-kan secara lengkap sebuah koleksi mushaf Nusantara yang cukup indah, yaitu naskah Or. 15227. Mushaf ini berasal dari Pantai Timur Semenanjung Melayu, yaitu kawasan Patani, Kelantan, dan Terengganu, dari abad ke-19 (lihat http://www.bl.uk/manuscripts/Viewer.aspx?ref=or_15227_f001r).