Blog untuk kajian sejarah dan seni mushaf al-Qur'an di Asia Tenggara. Semua foto dibuat oleh penulis, kecuali disebut sumbernya. Terbit sejak 2012.
Selasa, 23 April 2024
Qur'an litograf Singapura, 1870-an
Sabtu, 18 Januari 2020
Johor
Sabtu, 07 Desember 2019
Singapura
Jika Anda memegang kamera dan menemui sesuatu yang Anda anggap penting, sebaiknya langsung dijepret! Bisa jadi, itu satu-satunya kesempatan, dan tidak ada kesempatan kedua! Hehe... Dan saya merasa beruntung, pada awal bulan Maret 2019 lalu ketika berkunjung ke Masjid Sultan Singapura sempat memotret beberapa mushaf lama yang ada di masjid terkenal ini. Nah, awal November 2019, ketika saya berkunjung lagi ke masjid ini, mushaf-mushaf tersebut sudah tidak ada lagi, entah di mana. Namanya mushaf tua, kapan saja bisa dipindahkan, bahkan, kapan saja bisa dimusnahkan...
Oleh karena itu, jadi masuk akal, Qur'an amoh itu biasanya dibakar! Ini cara yang paling lazim untuk memusnahkan benda mulia yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kita sering mendengar santri atau pengurus masjid bercerita pengalamannya membakar Qur'an yang sudah usang. Jadi, Qur'an tua yang masih bisa kita saksikan sekarang adalah sesuatu yang istimewa: itulah Qur'an yang 'selamat'!
Baik, inilah beberapa mushaf tua yang pernah menghiasi rak dan digunakan di Masjid Sultan Singapura. Siapa tahu bisa digunakan untuk penelitian lebih lanjut.
Minggu, 28 Agustus 2016
Karakter tulisan
Jumat, 05 Agustus 2016
Tradisi Mushaf NTB
Senin, 11 Mei 2015
Pengaruh Qur'an Turki Usmani di Asia Tenggara
Pdf artikel bisa diunduh di: https://www.academia.edu/10791780/The_influence_of_Ottoman_Qur_ans_in_Southeast_Asia_through_the_ages
Sabtu, 16 Agustus 2014
Jumat, 06 Desember 2013
Lagi, Qur'an kecil
Qur’an yang sering disebut “Qur’an Istanbul” atau “Stambul” ini, yang pertama berukuran 1,8 x 2,7 cm. Setiap halaman terdiri atas 12 baris. Naskah asli Qur'an ini ditulis oleh kaligrafer kenamaan Turki Usmani abad ke-17, Hafiz Usman (1642-1698), selesai pada pertengahan Rabiul Awal 1094 H (Maret 1683). Tidak ada keterangan kapan mushaf ini dicetak, karena bagian akhir mushaf mini ini telah hilang. Namun, diperkirakan, dicetak pada abad ke-20.
Jumat, 29 November 2013
Cetakan litografi
Senin, 01 April 2013
Belum diketahui
Sabtu, 23 Februari 2013
Pencetakan Qur'an
Artikel ini pernah dimuat di Jurnal Suhuf, Vol.4 No.2, 2011, hlm. 271-287. File pdf bisa diunduh di http://academia.edu/2637901/Pencetakan_Mushaf_Al-Quran_di_Indonesia. Untuk pengutipan, sebaiknya mengacu pada terbitan di Jurnal Suhuf itu.
Selasa, 11 Desember 2012
Qur'an Kecil, "Qur'an Istanbul"
Senin, 17 September 2012
Qur'an cetakan Singapura, 1868
Qad tammat hāzihi [sic!] al-Qur’ān al-‘azīm fī 1 min syahri Syawwāl hijrat an-Nabī salla Allāhu ‘alaihi wa sallam sanat 1284 ‘alā yadi al-faqīr ad-da‘īf ilā maulāhu al-ganiyy Haj Muhammad bin al-marhūm Sulaimān Sumbāwī ma‘a sāhib al-Qur’ān asy-Syaikh Muhammad ‘Alī bin Mustafā ... Jawa Purbalingga qaryat makan c-h-y-a-n tubi‘a fi Bandar Singapura qudum Masjid Sultān ‘Alī bin Maulānā as-Sultān Husain Iskandar gafara Allāhu lahum al-khatā’ wa an-nisyān wa li-wālidaihim wa li-jamī‘i al-muslimīn. Āmīn yā Rabb al-‘ālamīn, la‘alla ... al-Qur’ān fa-yazīdukum man qara’ahā, tammat, wallāhu a‘lam bi as-sawāb.
Selasa, 31 Juli 2012
Koleksi Qur'an di Australia
Sabtu, 28 April 2012
Mushaf Bahriyah
Cetakan Turki 1881
Artikel terkait:
"Sejak kapaankah penomoran ayat dalam mushaf al-Qur'an?" http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/12/nomor-ayat-dalam-quran.html
Mushaf cetakan tertua di Nusantara, 1848
Mushaf ini ditulis oleh Haji Muhammad Azhari bin Kemas Haji Abdullah, dicetak oleh Ibrahim bin Husin asal Singapura, di percetakan milik Haji Muhammad Azhari sendiri. Ukuran naskah 30 x 20 x 3 cm, bidang tulis 21 x 13 cm, tebal 607 + 2 halaman kolofon. Kertas tipis putih halus, tidak ada watermark; tidak ada kulit/sampul, pinggir jilidan disepuh emas; setiap juz terdiri atas 20 halaman; tanda ayat berupa lingkaran hitam, sebagian dibubuhi emas; masing-masing juz dibagi dalam nisf; setiap juz dan nisf ditandai dengan hiasan di bagian kanan dan kiri; tulisan juz di dalam lingkaran dari juz 1-10 merupakaan tulisan baru; variasi hiasan awal juz dan nisf, di kiri dan kanan halaman, selalu berbeda, menunjukkan kekayaan motif dan keterampilan yang memadai; di bagian atas terdapat nama surah kecil, dan di bagian bawah terdapat angka halaman (ini merupakan sesuatu yang baru); catatan qira’at terutama di bagian awal al-Qur’an merupakan catatan baru, bukan asli cetakan; halaman awal Surah al-Kahf kotor bekas tangan – dan lebih kotor lagi adalah awal Surah Yasin, bahkan jilidan dan satu lembar halaman awal lepas – menunjukkan bahwa kedua surah ini pada masa lalu sering dibaca.
Kamis, 26 April 2012
Qur'an Cetakan Awal
Rabu, 18 April 2012
Mushaf cetakan Singapura
Senin, 16 April 2012
Qur'an Cetakan Palembang, 1854
Kolofon Qur'an cetakan Palembang (berada di Masjid Dog Jumeneng, kompleks makam Sunan Gunung Jati, Cirebon) ini berbunyi:
Telah selesailah daripada menyurat Qur’an al-Azim ini pada hari Isnain empat belas hari bulan Zilqa’dah itungan ahadiyah daripada hijrah Nabi sallallahu alaihi wa sallam seribu dua ratus tujuh puluh [7 Agustus 1854] betul di dalam negeri Palembang di Kampung Pedatu'an dengan suratan faqir al-haqir al-mu’tarif biz-zanb wat-taqsir Kemas Haji Muhammad Azhari ibn Kemas Haji Abdullah ibn Kemas Haji Ahmad ibn Kemas Haji Abdullah ibn Mas Nuruddin ibn Mas Syahid ghafarallahu li wa lahum wa li-jami’il-muslimin. Amin.












