Tidak banyak penyalin Qur'an abad ke-19 yang dapat dikenali pada abad ke-21 ini, terlebih di kawasan Melayu. Kebanyakan penyalin Qur'an tidak mencantumkan namanya, barangkali, karena tidak ingin menonjolkan diri. Salah satu penyalin Riau yang dapat kita kenali namanya saat ini adalah Haji Abdul Karim yang menyalin di Daik, Pulau Lingga, Kepulauan Riau, seperti terbaca jelas dalam kolofon di akhir mushaf ini. Karya tulisnya cukup halus, dari awal hingga akhir mushaf. Tampak jelas bahwa Haji Abdul Karim bin Abbās bin Abdurraḥmān bin Abdullāh al-Banjār adalah penyalin terlatih. Sayang sekali, sebagaimana penyalin lainnya pada abad ke-19, riwayat hidupnya tidak dapat ditelusuri lagi. Mushaf ini selesai ditulis pada hari Jumat, 13 Jumadil Awal 1249 H (27 September 1833).
Blog untuk kajian sejarah dan seni mushaf al-Qur'an di Asia Tenggara. Semua foto dibuat oleh penulis, kecuali disebut sumbernya. Terbit sejak 2012.
Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Riau. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Agustus 2023
Kamis, 05 Juli 2012
Qur'an Kepulauan Riau
Khazanah Manuskrip Al-Qur’an di Kepulauan
Riau
Ali Akbar <aliakbarkaligrafi@yahoo.com>
Tulisan singkat
ini menyajikan sejumlah koleksi manuskrip Al-Qur’an di Kepulauan Riau,
khususnya di Pulau Penyengat dan Pulau Lingga. Sementara ini yang tercatat baru mushaf yang berasal dari
kedua pulau tersebut, meskipun tidak tertutup kemungkinan adanya naskah mushaf
di pulau-pulau lainnya. Tulisan ini bukanlah kajian mushaf Riau secara
historis, namun hanya merupakan
inventarisasi yang memaparkan
sejumlah koleksi secara deskriptif, sebagai perkenalan awal terhadap khazanah
mushaf di wilayah kepulauan ini. Kajian lebih lanjut mengenai mushaf-mushaf ini
mudah-mudahan dapat segera dilakukan, baik dari segi sejarah naskah,
sejarah seni, maupun sosial, politik, dan intelektual.
Langganan:
Postingan (Atom)