Sejak ditetapkan pada 1984, Mushaf Standar Braille dalam waktu yang cukup lama tidak memiliki pedoman yang secara lebih terperinci mengatur cara membaca dan menulis Al-Qur’an Braille. Akibatnya, ditemukan sejumlah perbedaan pandangan di kalangan para penerbit maupun praktisi. Oleh karena itu muncul upaya untuk melakukan kajian dan telaah dalam bentuk lokakarya dan workshop yang dilakukan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI bersama beberapa lembaga dan komunitas penggiat pembelajaran Al-Qur’an Braille. Hasil dari sejumlah pertemuan tersebut adalah buku Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur’an Braille edisi pertama yang diterbitkan oleh LPMQ pada tahun 2012 (unduh: https://www.academia.edu/6401887/Pedoman_Membaca_dan_Menulis_Al_Quran_Braille).
Blog untuk kajian sejarah dan seni mushaf al-Qur'an di Asia Tenggara. Semua foto dibuat oleh penulis, kecuali disebut sumbernya. Terbit sejak 2012.
Tampilkan postingan dengan label (g) Mushaf Standar Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (g) Mushaf Standar Indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 April 2024
Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur'an Braille Edisi Penyempurnaan
dan edisi penyempurnaan, 2023 (kanan).
Sabtu, 31 Desember 2022
Mushaf dengan Catatan Riwayat Qalun
Pada Oktober 2021 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama RI menerbitkan "Mushaf Al-Qur'an Riwayat Hafs dari Imam 'Asim Disertai Catatan Pinggir Riwayat Qalun dari Imam Nafi' Tariq Syatibiyah" - demikian judul lengkap mushaf ini.
Minggu, 17 Mei 2020
Bibliografi Mushaf Standar (2)
Beberapa Sumber Baru tentang Mushaf Standar Indonesia
1. Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (2017): https://www.academia.edu/43084864/Buku_Sejarah_Penulisan_Mushaf_Standar_Indonesia. Buku ini disusun oleh para pentashih Lajnah, berisi pengenalan Mushaf Standar, latar belakang penetapannya, jenisnya, disertai lampiran dokumen-dokumen langka yang cukup lengkap.
3. Pedoman Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (2019): https://www.academia.edu/43077641/Pedoman_Pentashihan_Mushaf_Al-Quran. Buku ini memuat beberapa materi tentang pentashihan, baik yang bersifat kebijakan maupun teknis. Buku diharapkan menjadi panduan teknis bagi para pentashih, penerbit Al-Qur'an, dan siapa saja yang menaruh minat kepada proses penerbitan mushaf.
4. Penyempurnaan Penulisan Rasm Usmani Mushaf Standar Indonesia (2018): https://www.academia.edu/43077433/PENYEMPURNAAN_PENULISAN_RASM_USMANI_MUSHAF_STANDAR_INDONESIA_KEMENTERIAN_AGAMA_RI. Buku kecil ini berisi surat keputusan Kepala Lajnah tentang penyempurnaan penulisan 180 kata rasm usmani dalam Mushaf Standar.
Sabtu, 22 September 2018
Para Penulis 'Mushaf Standar Indonesia'
Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia terdiri atas tiga jenis, yaitu Mushahaf
Standar Usmani, Mushaf Standar Bahriyah, dan Mushaf Braille. Tulisan ini akan
menjelaskan tentang para penulis mushaf standar, khususnya Mushaf Standar
Usmani dan Mushaf Standar Bahriyah.
Mushaf Standar Usmani pertama kali ditulis oleh Muhammad Syadzali Sa'ad
pada tahun 1973-1975 (1394-1396 H). Namun, sebagai "Mushaf al-Qur'an
Standar Indonesia" dengan 'rasm usmani' baru diresmikan pada tahun 1984
sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 25 tahun 1984
tentang Penetapan Mushaf Al-Qur'an Standar Mushaf Al-Qur'an yang ditulis oleh
Muhammad Syadzali ini, dalam contoh di bawah, diterbitkan oleh Maktabah
Sa'adiyah Putra, Jakarta, 1985. Di samping menulis "Mushaf Al-Qur'an
Standar Indonesia" edisi pertama, kaligrafer Muhammad Syadzali juga
menulis mushaf 30 juz lainnya, yaitu "Mushaf Indonesia" (ada yang
menyebut “Mushaf Pertamina”) atas pesanan Ibnu Sutowo yang selesai ditulis
tahun 1979. Muhammad Syazali lahir di Tangerang, 1913 dan wafat 1979. Semasa
hidupnya Syazali tinggal di Jl. Kenari, Jakarta Pusat, hingga akhir hayat.
Cover Mushaf Standar Usmani karya Muhammad Syazali, 1985.
Senin, 11 Mei 2015
Pengaruh Qur'an Turki Usmani di Asia Tenggara
Tulisan saya berjudul “The Influence of Ottoman Qur'ans in Southeast Asia through the Ages” (Pengaruh Qur’an [Turki] Usmani di Asia Tenggara dari Masa ke Masa) – diterjemahkan oleh Annabel Teh Gallop – dimuat di dalam buku From Anatolia to Aceh: Ottomans, Turks, and Southeast Asia, Andrew Peacock and Annabel Teh Gallop (eds), Oxford: Oxford University Press, 2015, hlm. 311-334. (Deskripsi lebih lengkap, lihat: http://ukcatalogue.oup.com/product/9780197265819.do).
Tulisan ini membahas tentang pengaruh Qur’an Turki Usmani (Ottoman) terhadap Qur’an di Asia Tenggara, sejak masa manuskrip, masa cetak awal, hingga sekarang. Pengaruh Turki Usmani dapat dilihat pada aspek-aspek tertentu, seperti iluminasi, kaligrafi, dan tataletak teks. Pada masa belakangan, pengaruh tersebut lebih menguat, terutama sejak disahkannya "Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia" pada 1984, sebab salah satu dari tiga jenis Al-Qur’an yang disahkan tersebut didasarkan pada Qur’an Turki Usmani yang dicetak oleh Matba’ah Bahriyah di Istanbul. Jenis mushaf ini telah lama digunakan di Indonesia oleh para penghafal Al-Qur’an di berbagai pesantren tahfiz -- sering disebut sebagai 'Qur'an pojok' atau 'Qur'an sudut'.
Pdf artikel bisa diunduh di: https://www.academia.edu/10791780/The_influence_of_Ottoman_Qur_ans_in_Southeast_Asia_through_the_ages
Pdf artikel bisa diunduh di: https://www.academia.edu/10791780/The_influence_of_Ottoman_Qur_ans_in_Southeast_Asia_through_the_ages
Jumat, 08 Mei 2015
Mushaf Standar
Penulisan kembali Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia
Penulisan
kembali Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia secara resmi dimulai pada tanggal 17
Rajab 1436 H/ 6 Mei 2015 M, bersamaan dengan perayaan Milad ke-18 Bayt
Al-Qur’an & Museum Istiqlal. Ayat pertama Bismillāh ar-Rahmān ar-Rahīm ditulis oleh Menteri Agama H. Lukman
Hakim Saifuddin dan Direktur Pusat Studi Al-Qur’an Prof. Dr. H.M. Quraish
Shihab, sebagai tanda dimulainya penulisan.
Menteri Agama meresmikan dimulainya penulisan mushaf. (Foto: vivanews).
Jumat, 26 Desember 2014
Ketentuan Pentashihan
Surat Edaran tentang Ketentuan Pentashihan 2014
Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur'an (lembaga di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI) menerbitkan Surat Edaran baru tentang Ketentuan Pentashihan yang ditujukan kepada seluruh pimpinan penerbit al-Qur'an di Indonesia, tertanggal 12 Desember 2014. Surat Edaran bernomor P.VI/1/TL.02.1/1422/2014 ini diterbitkan berdasarkan rekomendasi hasil sidang evaluasi kegiatan pentashihan yang diselenggarakan oleh Lajnah.
Tanda tashih.
Rabu, 25 Juni 2014
Mustafa Nazif
Penulis “Qur’an Kudus”
Melalui perbadingan tulisan, dapat dipastikan bahwa penulis "Qur'an Kudus" adalah Mustafa Nazif (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html). Namun, siapa dia? Dalam literatur kaligrafi Turki saya menemukan ada tiga nama "Nazif", yaitu Mustafa Nazif, Haji Nazif Bey (1846-1913), dan Mehmed Nazif . Pertanyaannya, apakah tiga nama Nazif itu sebenarnya satu orang, atau masing-masing berbeda? Penasaran dengan teka-teki itu,
saya bertanya kepada Prof. M. Ugur Derman, sejarawan kaligrafi Turki terpandang
saat ini.
Kolofon di akhir Qur'an yang menyatakan bahwa penulisnya adalah Mustafa Nazif.
Jumat, 14 Maret 2014
Pedoman Qur'an Braille
Pedoman membaca dan menulis Qur'an Braille Indonesia
Buku Pedoman Membaca dan Menulis Al-Qur'an Braille ini merupakan hasil dari serangkaian usaha yang dilakukan oleh berbagai pihak, yang dimediasi oleh Lajnah, untuk menyeragamkan dan menyempurnakan standardisasi cara membaca dan menulis mushaf al-Qur'an Braille. Buku ini merupakan pedoman bagi para pembimbing, pentashih, dan penerbit mushaf al-Qur'an Braille di Indonesia.
Buku ini dapat dibaca secara lengkap, dan diunduh dalam format pdf, di sini: https://www.academia.edu/6401887/Pedoman_Membaca_dan_Menulis_Al-Quran_Braille (Jika Anda belum memiliki akun Academia.edu <https://www.academia.edu/>, harus mendaftar terlebih dahulu. Mudah!)
Saat ini buku yang disusun oleh tim dari Lajnah dan lembaga terkait lainnya ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Arab agar dapat menjangkau pembaca yang lebih luas. Dalam pertemuan tunanetra Muslim di Istanbul tahun 2013 buku ini memperoleh apresiasi yang sangat positif.
Saat ini buku yang disusun oleh tim dari Lajnah dan lembaga terkait lainnya ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Arab agar dapat menjangkau pembaca yang lebih luas. Dalam pertemuan tunanetra Muslim di Istanbul tahun 2013 buku ini memperoleh apresiasi yang sangat positif.
Minggu, 07 April 2013
Bibliografi Mushaf Standar (1)
Mengenal Mushaf Standar Indonesia
Di bawah ini ada empat sumber dan kajian tentang Mushaf Standar Indonesia. Bahan-bahan tersebut terasa semakin penting, karena banyak kalangan masyarakat Indonesia yang belum mengetahui adanya Mushaf Standar Indonesia. Dan belakangan ini, dengan semakin meluasnya peredaran "Mushaf al-Madinah an-Nabawiyyah" (atau sering disebut sebagai "Qur'an Saudi") di Indonesia, banyak orang mempersoalkan Mushaf Standar, bahkan sebagian "menggugat" dan mempertanyakan urgensi penetapan Mushaf Standar. Satu hal yang mungkin perlu dicatat, bahwa penetapan Mushaf Standar (1984) itu mendahului "lahir"nya "Qur'an Saudi" yang mulai dicetak oleh Mujamma' al-Malik Fahd pada Januari 1985 (Jumadil Awal 1405 H).
Tulisan-tulisan di bawah ini akan memberikan pemahaman latar belakang historis penetapan Mushaf Standar di Indonesia (bisa diunduh melalui tautan yang tersedia):
1. Buku "Mengenal Mushaf Standar Indonesia", diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tahun 1984-1985
Tulisan-tulisan di bawah ini akan memberikan pemahaman latar belakang historis penetapan Mushaf Standar di Indonesia (bisa diunduh melalui tautan yang tersedia):
1. Buku "Mengenal Mushaf Standar Indonesia", diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tahun 1984-1985
2. E. Badri Yunardi, "Sejarah Lahirnya Mushaf Standar Indonesia" http://academia.edu/3877006/Sejarah_Lahirnya_Mushaf_Standar_Indonesia_E._Badri_Yunardi
3. Mazmur Sya'roni, "Prinsip-prinsip Penulisan Mushaf Standar Indonesia" http://academia.edu/3877012/Prinsip-prinsip_Penulisan_Mushaf_Al-Quran_Standar_Indonesia_Mazmur_Syaroni_
4. H Abdul Aziz Sidqi, MA, "Sekilas tentang Mushaf Standar Indonesia" http://academia.edu/3877376/Sekilas_tentang_Mushaf_Standar_Indonesia_Abdul_Aziz_Sidqi_
3. Mazmur Sya'roni, "Prinsip-prinsip Penulisan Mushaf Standar Indonesia" http://academia.edu/3877012/Prinsip-prinsip_Penulisan_Mushaf_Al-Quran_Standar_Indonesia_Mazmur_Syaroni_
4. H Abdul Aziz Sidqi, MA, "Sekilas tentang Mushaf Standar Indonesia" http://academia.edu/3877376/Sekilas_tentang_Mushaf_Standar_Indonesia_Abdul_Aziz_Sidqi_
Jumat, 02 November 2012
Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (Bahriyah) 1991
Mushaf ini merupakan salah satu dari tiga jenis Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/08/normal-0-false-false-false-in-x-none-ar_26.html). Di bagian depan mushaf tertulis "Mushaf Ayat Sudut Departemen Agama" - artinya mushaf ini berpola 'ayat sudut' (atau 'ayat pojok'), yaitu setiap halaman, di bagian sudut/pojok bawah-kiri, berakhir dengan penghabisan ayat. Mushaf dengan model seperti ini banyak digunakan oleh para penghafal Al-Qur'an (hafiz), sejak awal kemunculannya pada akhir abad ke-16 di Turki Usmani. Di Turki, sistem penulisan mushaf ini disebut ayet ber-kenar.
Kamis, 01 November 2012
Mushaf Standar Indonesia (Usmani) 2011
Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (Usmani), 2011
Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia ini - sesuai dengan catatan di bagian belakang mushaf - dicetak pada tahun 2011, diadakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Mushaf ini dicetak oleh PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, sebanyak 653.000 eksemplar - suatu jumlah yang cukup besar, dan meningkat dari tahun ke tahun. Ukuran mushaf edisi ini sedikit lebih besar, yaitu 26 x 18 cm, tebal 2,5 cm. Kulit mushaf tampak lebih mewah, dengan mutu jilidan lebih bagus, warna hijau dengan tulisan "Al-Qur'an al-Karim" warna emas, dikelilingi iluminasi yang ritmis. Di bagian depan mushaf terdapat sambutan Menteri Agama RI Suryadharma Ali, tertanggal 8 Maret 2011. Tanda tashih ditandatangani oleh H Muhammad Shohib Tahar (Ketua Tim Pelaksana Pentashihan Mushaf Al-Qur'an) dan Dr H Ahsin Sakho Muhammad (Sekretaris), tertanggal 17 Oktober 2011.
Komposisi edisi ini, baik teks Qur'an mapun teks tambahannya, sama sepenuhnya dengan "edisi tulis ulang" sebelumnya (lihat http://quran-nusantara.blogspot.co.nz/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2004.html). Teks Al-Qur'an edisi ini dicetak dengan warna hitam semuanya, berbeda dengan edisi tahun 2008 di mana kata "Allah" dan kata gantinya dicetak dengan warna merah.
Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (Usmani) 2008
Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia ini - sesuai dengan catatan di bagian belakang mushaf - dicetak pada tahun 2008, diadakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen (sekarang Kementerian) Agama RI. Mushaf ini dicetak oleh PT Macanan Jaya Cemerlang, Klaten, Jawa Tengah, sebanyak 75.610 eksemplar. Ukuran mushaf 24,5 x 16,5 cm, tebal 2,5 cm. Kulit warna hijau dengan tulisan warna emas. Di bagian depan mushaf terdapat sambutan Menteri Agama RI Muhammad Maftuh Basyuni. Tanda tashih ditandatangani oleh H Muhammad Shohib Tahar (Ketua Tim Pelaksana Pentashihan Mushaf Al-Qur'an) dan Dr H Ahsin Sakho Muhammad (Sekretaris), tertanggal 28 Mei 2008.
Komposisi edisi ini, baik teks Qur'an mapun teks tambahannya, sama sepenuhnya dengan "edisi tulis ulang" sebelumnya (lihat http://quran-nusantara.blogspot.co.nz/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2004.html). Yang membedakan, pada edisi 2008 ini semua kata "Allah" dan kata gantinya dicetak dengan warna merah.
Mushaf Standar Indonesia (Usmani) 2004
Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (Usmani), 2004
Mushaf Al-Qur'an ini - seperti tercantum di bagian belakang mushaf - diadakan oleh Proyek Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama Pusat Departemen [sekarang Kementerian] Agama RI tahun anggaran 2004 sebanyak 8000 eksemplar. Dapat dikatakan, dengan demikian, bahwa mushaf ini menjadi semacam "edisi resmi" Kementerian Agama RI. Ukuran mushaf 24 x 16 cm, tebal 2,5 cm, warna kulit biru dengan tulisan warna emas. Di bagian depan terdapat kata sambutan oleh Menteri Agama Prof Dr H Said Agil Husin Al Munawwar, MA. Tanda tashih ditandatangani oleh H Fadhal Abdurrahman Bafadal (Ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an) dan H Muhammad Shohib Tahar (Sekretaris), tertanggal 21 April 2004.
Sabtu, 06 Oktober 2012
Penyalin Qur'an (1): Muhammad Syadzali Sa'ad
Penjelasan mengenai pengertian "Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia" dan latar belakang historisnya, silakan baca "Beberapa Sumber tentang Mushaf Standar Indonesia" di tautan ini: http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/04/bibliografi-mushaf-standar-indonesia.html dan empat buku terbitan baru: http://quran-nusantara.blogspot.com/2020/05/bibliografi-mushaf-standar-2.html
Di bawah ini adalah contoh mushaf al-Qur'annya. Mushaf Standar pertama ini ditulis oleh Muhammad Syadzali Sa'ad pada tahun 1973-1975 (1394-1396 H). Namun, sebagai "Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia" dengan 'rasm usmani' baru diresmikan pada tahun 1984 sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 25 tahun 1984 tentang Penetapan Mushaf Al-Qur'an Standar (lihat Lampiran I buku Mengenal Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia di http://academia.edu/3876992/Mengenal_Mushaf_Al-Quran_Standar_Indonesia).
Mushaf al-Qur'an yang ditulis oleh Muhammad Syadzali ini, dalam contoh di bawah, diterbitkan oleh Maktabah Sa'adiyah Putra, Jakarta, 1985. Mushaf ini berhuruf tipis. Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia kemudian "ditulis ulang" (istilah yang sering digunakan) dengan huruf yang tebal oleh Ustaz Baiquni Yasin dan tim pada tahun 1999-2001 (lihat: http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2004.html). Penulisan ulang Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia dengan huruf yang tebal, konon, karena permintaan masyarakat yang menyukai huruf tebal, seperti halnya huruf Mushaf Bombay.
Kaligrafer Muhammad Syadzali mempunyai paling kurang dua karya mushaf 30 juz, yaitu "Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia" edisi pertama ini, dan "Mushaf Indonesia" atas pesanan Ibnu Sutowo yang selesai ditulis pada tahun 1979 (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/02/mushaf-indonesia.html).
Di bawah ini adalah contoh mushaf al-Qur'annya. Mushaf Standar pertama ini ditulis oleh Muhammad Syadzali Sa'ad pada tahun 1973-1975 (1394-1396 H). Namun, sebagai "Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia" dengan 'rasm usmani' baru diresmikan pada tahun 1984 sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 25 tahun 1984 tentang Penetapan Mushaf Al-Qur'an Standar (lihat Lampiran I buku Mengenal Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia di http://academia.edu/3876992/Mengenal_Mushaf_Al-Quran_Standar_Indonesia).
Mushaf al-Qur'an yang ditulis oleh Muhammad Syadzali ini, dalam contoh di bawah, diterbitkan oleh Maktabah Sa'adiyah Putra, Jakarta, 1985. Mushaf ini berhuruf tipis. Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia kemudian "ditulis ulang" (istilah yang sering digunakan) dengan huruf yang tebal oleh Ustaz Baiquni Yasin dan tim pada tahun 1999-2001 (lihat: http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2004.html). Penulisan ulang Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia dengan huruf yang tebal, konon, karena permintaan masyarakat yang menyukai huruf tebal, seperti halnya huruf Mushaf Bombay.
Kaligrafer Muhammad Syadzali mempunyai paling kurang dua karya mushaf 30 juz, yaitu "Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia" edisi pertama ini, dan "Mushaf Indonesia" atas pesanan Ibnu Sutowo yang selesai ditulis pada tahun 1979 (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/02/mushaf-indonesia.html).
Minggu, 26 Agustus 2012
Pentashihan
Pentashihan dan Lahirnya Mushaf Standar Indonesia
Dalam upaya memelihara kemurnian, kesucian, dan kemuliaan Al-Qur’an, di Indonesia, lembaga yang secara resmi mempunyai tugas memeriksa kesahihan suatu mushaf, yaitu Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (sejak 2007 bernama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, di bawah Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI). Lajnah secara kelembagaan dibentuk pada 1 Oktober 1959 berdasarkan Peraturan Menteri Muda Agama No. 11 Tahun 1959. Keberadaan Lajnah untuk melaksanakan tugas pentashihan mushaf diperkuat lagi dengan Keputusan Menteri Agama No. 1 Tahun 1982 yang menyatakan bahwa tugas-tugas Lajnah, yaitu (1) meneliti dan menjaga kemurnian mushaf Al-Qur’an, rekaman, bacaan, terjemahan, dan tafsir Al-Qur’an secara preventif dan represif; (2) mempelajari dan meneliti kebenaran mushaf Al-Qur’an bagi orang biasa (awas) dan bagi tunanetra (Al-Qur’an Braille), rekaman bacaan Al-Qur’an dalam kaset, piringan hitam, dan penemuan elektronik lainnya yang beredar di Indonesia; dan (3) menyetop pengedaran mushaf yang belum ditashih oleh Lajnah.
Tanda tashih yang dikeluarkan oleh Lajnah untuk penerbit mushaf.
Langganan:
Postingan (Atom)






