Tampilkan postingan dengan label (f) Mushaf Indah Kontemporer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (f) Mushaf Indah Kontemporer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

Booklet Mushaf al-Bantani

Buku panduan Mushaf al-Bantani

Mushaf al-Bantani diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Banten, terbit pertama kali pada tahun 2010. Penerbitan mushaf beriluminasi indah tersebut disertai dengan buku kecil berjudul "Panduan Iluminasi dan Kaligrafi Mushaf al-Qur'an al-Bantani" yang berisi penjelasan mengenai asal usul ragam iluminasi dan penulisan kaligrafi mushaf. Pada halaman akhir terdapat lampiran yang berisi susunan tim penulisan mushaf. 
Buku ini disusun oleh ketua tim penelitian mushaf, yaitu Tubagus Najib al-Bantani, dengan editor Dr Ahmad Tholabi Kharlie. Diterbitkan oleh MUI Provinsi Banten, cetakan ke-2, Januari 2011. Dicetak oleh Lembaga Percetakan al-Qur'an Kementerian Agama RI. Diunggah lengkap, xii + 114 halaman, melalui Academia.edu (https://www.academia.edu/). Bagi yang belum memiliki akun harus mendaftar terlebih dahulu. Mudah! 
Selanjutnya sila unduh di: https://www.academia.edu/6231979/Panduan_Iluminasi_dan_Kaligrafi_Mushaf_al-Quran_al-Bantani

Minggu, 09 Februari 2014

Booklet Mushaf at-Tin

Booklet Mushaf at-Tin, 1999

"Mushaf at-Tin" merupakan mushaf al-Qur'an yang dipersembahkan oleh keluarga almarhum mantan Presiden HM Soeharto untuk almarhumah Ibu Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto. Mushaf indah yang ditulis tidak lama setelah Mushaf Istiqlal dan Mushaf Sundawi ini selesai pada tahun 1999 (lihat: http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/08/mushaf-at-tin-1999-mushaf-ini-adalah.html). 
Di bawah ini adalah booklet yang menyertai cetakan mushaf tersebut, berisi penjelasan mengenai konsep kaligrafi dan iluminasi, sumber ide iluminasi, keterangan tanda baca, tanda waqaf, daftar juz dan surah, serta struktur organisasi pelaksanaan dan skema teknis kerja dalam pembuatan Mushaf at-Tin. 

Selasa, 15 Januari 2013

Mushaf Kalimantan Barat

Mushaf Kalimantan Barat

Menyusul pemerintah daerah Jawa Barat yang membuat "Mushaf Sundawi" (1997) dan DKI Jakarta membuat "Mushaf Jakarta" (2000), Kalimantan Barat membuat mushaf dengan ragam hias khas Kalimantan Barat. Mushaf "Kalimantan Barat" diprakarsai oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Asfar Aswin, mulai ditulis pada 4 Juni 2001 dan selesai pada 4 Oktober 2002. Setiap mushaf indah kontemporer - sebagaimana mushaf-mushaf lama - mempunyai ciri khas sendiri dalam pola hiasannya, mencerminkan kekayaan ragam hias lokal. Ragam hias Mushaf Kalimantan Barat memenuhi seluruh permukaan halaman dengan warna lembut kebiruan. Berbeda dengan mushaf indah lainnya, tanda-tanda seperti juz dan ruku' di pinggir halaman berada di dalam bingkai iluminasi, dipisahkan dengan garis vertikal.
 Halaman isi Mushaf Kalimantan Barat.

Senin, 14 Januari 2013

Mushaf al-Bantani

Mushaf al-Bantani, 2010

Menyusul mushaf-mushaf indah kontemporer lainnya (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/search/label/%28f%29%20Mushaf%20Indah%20Kontemporer), Pemerintah Provinsi Banten pada 2 Februari 2008 secara resmi memulai penulisan Mushaf al-Bantani, dan selesai pada 28 Agustus 2010 (18 Ramadan 1431 H). Dokumen ditandatangani oleh Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah, sebagai pemrakarsa penulisan mushaf ini.
Ketua tim penulisan adalah Prof Dr HE Syibli Syarjaya; ketua peneliti desain iluminasi Prof Dr HMA Tihami; penulis kaligrafi Dr H Ahmad Tholabi Kharlie (koordinator), H Mahmud Arham, H Isep Misbah, H Arif Hamdani, Hj Yeni Solihah, Abdul Kholik, Nurkholis, Ahmad Mukhozin, Rivqi Nasrullah, dan Muhammad Martnus; dan desainer iluminasi Aris Kurniawan, Dr Helmi Bahrul Ulumi, dan Andi Zulfikar.
Mushaf cetakan ini, berukuran 25 x 17,5 cm, merupakan 'reproduksi' dari naskah aslinya, "Mushaf al-Bantani", yang berukuran 70 x 50 cm. Ragam iluminasi yang digunakan dalam Mushaf al-Bantani didasarkan pada hasil penelitian. Ketiga puluh juz mushaf ini memiliki variasi iluminasi yang terdiri atas iluminasi dasar dan iluminasi instrumental. Iluminasi dasar sumbernya adalah artefak dan manuskrip Banten, sedangkan iluminasi instrumental yang merupakan penunjang dari iluminasi dasar merupakan pengembangan dan rekayasa grafis.
Mushaf ini telah mengalami tiga kali cetak. Cetakan pertama sejumlah 3000 eksemplar, sementara cetakan kedua dan ketiga masing-masing 100.000 eksemplar. Cetakan ketiga dilengkapi dengan terjemahan. Pencetakan dilakukan oleh Lembaga Percetakan al-Qur'an (LPQ), Ciawi, Jawa Barat. Mushaf ini didistribusikan khususnya bagi warga Banten, dan tidak dijual di pasaran.

(Sekadar info: Biasanya, mushaf-mushaf indah kontemporer seperti ini diterbitkan oleh pemerintah daerah, sehingga tidak dijual, dan masyarakat luas tidak mudah memilikinya. Mushaf beriluminasi sejenis ini yang dijual di pasaran, artinya tersedia di toko buku, adalah "Mushaf Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat" (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/09/mushaf-karaton-ngayogyakarta-hadiningrat.html) seharga Rp140.000,- dan "Mushaf at-Tin" (http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/08/mushaf-at-tin-1999-mushaf-ini-adalah.html) dalam pilihan ukuran besar, sedang, kecil, dan per juz, tersedia di Masjid at-Tin dan Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah).

Kamis, 27 September 2012

Mushaf Keraton Yogyakarta

Mushaf Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat: 
Melestarikan Tradisi Penyalinan Qur'an

Untuk melestarikan tradisi penyalian Qur’an di istana, Keraton Yogyakarta pada tahun 2011 menerbitkan “Mushaf Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat” yang ditandatangani resmi oleh Sultan Hamengkubuwono X tertanggal 20 Mei 2011. Dapat dikatakan bahwa Keraton Kesultanan Yogyakarta dalam hal ini merupakan perintis, karena kesultanan lain tampaknya belum ada yang mengawali untuk meneruskan kembali tradisi penyalinan Qur’an di istana. Kaligrafi teks ayat dimodifikasi dari Mushaf Madinah karya Usman Taha. Mushaf ini dicetak oleh Lembaga Percetakan Al-Qur'an (LPQ), Kementerian Agama RI. 
 Iluminasi awal mushaf: Surah al-Fatihah dan awal Surah al-Baqarah.

Senin, 03 September 2012

Mushaf Jakarta

Mushaf Jakarta, 2002

"Al-Qur'an Mushaf Jakarta" secara resmi mulai ditulis pada 22 Ramadhan 1420 H (30 Desember 1999) dan selesai pada 26 Ramadhan 1421 H (22 Desember 2000). Peresmian ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Mushaf dalam bentuk cetakan terbit hampir dua tahun kemudian, sesuai tanda tashih yang dikeluarkan Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama, yaitu 12 Agustus 2002. 
Badan Pelaksana Penulisan dan Pencetakan "Al-Qur'an Mushaf Jakarta" terdiri atas: Ide/Pemrakarsa: H Sutiyoso; Pembina: H Dr Jailani; Penanggung Jawab: H Fauzi Bowo; Pengarah: Drs H Afandi Anas; Anggota: Bamus Betawi, para Ulama, Haba'ib; Koordinator: Drs H Abdullah; Bendahara: H Syamsul Bahri; Pelaksana: S Damiri; Yayasan Mushaf al-Qur'an Jakarta; Bidang Perencana: (1) Bidang Kaligrafi: Baiquni Yasin (Ketua), Mahmud Arham, H Hawi Hasan, Islahuddin, Ali, Bustanul Arifin; (2) Bidang Iluminasi: Ahmad Haldani (Ketua), Aris Kurniawan, Muhammad Kusna Wijaya, Ahmad Nazar, Dikdik Riyama.

Jumat, 10 Agustus 2012

Mushaf at-Tin, Jakarta, 1999

Mushaf ini adalah cetakan faksimili atas manuskrip indah "Mushaf al-Qur'an Ibu Hj Fatimah Siti Hartinah Soeharto". Mushaf ini dicetak dalam tiga ukuran, yaitu besar, sedang, dan kecil. Jumlah iluminasi 33 desain (dari 93 desain dalam manuskrip aslinya yang berukuran 102 x 73 cm). 
        Tim Perancang/Perencanaan. Koordinator Teknik: H Mohammad Djaelani; Ketua Pelaksana Harian: Mahmud Buchari. Bidang Kaligrafi: Ustadz H Imron Islamil, Ustadz Abdul Wasi, Ustadz Baequni Yasin, Mahmud Arham, H Hawi Hasan, H Miftahuzzaman, Islahuddin. Bidang Iluminasi: Drs Achmad Haldani D, Dra Titi H Rasbury, Dra Henny Haerany, Dra Yeyet D Koryeti, Drs M Kusna Wijaya, Drs Zain Rais, Rahman Ruwandi. 
Booklet Mushaf at-Tin yang berisi penjelasan mengenai konsep kaligrafi dan iluminasi, sumber ide iluminasi, keterangan tanda baca, waqaf, daftar juz dan surah, serta struktur organisasi pelaksanaan dan skema teknis kerja dalam pembuatan Mushaf at-Tin dapat dilihat di sini: http://quran-nusantara.blogspot.com/2014/02/booklet-mushaf-at-tin.html
 
Halaman isi Mushaf at-Tin.

Jumat, 25 Mei 2012

Mushaf Sundawi

Mushaf Sundawi, 1997


‘Sundawi’ yang digunakan dalam Al-Qur’an Mushaf Sundawi adalah istilah yang dikaitkan dengan konsep desain dan tatanan iluminasi yang diterapkan pada setiap halaman mushaf ini. Pada prinsipnya ada dua jenis sumber inspirasi atau acuan desain yang digunakan. Pertama, yang referensinya berasal dari motif islami Jawa Barat, misalnya memolo mesjid, motif batik, ukiran mimbar, mihrab, dan artefak lainnya, dengan catatan bahwa motif-motif tersebut tidak bersifat anthropomorphic (dari bentuk manusia) ataupun zoomorphic (dari bentuk binatang). Jenis motif kedua, yaitu desain yang bersumber pada sejumlah flora tertentu yang khas Jawa Barat, seperti gandaria dan patrakomala.


Mushaf Sundawi.

Kamis, 24 Mei 2012

Mushaf Istiqlal, 1995

Penulisan Mushaf Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada Festival Istiqlal I, 15 Oktober 1991 (7 Muharam 1412 H), dan diluncurkan oleh Presiden Soeharto pada Festival Istiqlal II, 23 September 1995 (27 Rabi'ul Akhir 1416 H). Sebelum diresmikan, mushaf ini telah mengalami pentashihan oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an Departemen (sekarang Kementerian) Agama RI, selesai pada 6 Juni 1995 (7 Muharam 1416). 
        Para khattat Mushaf Istiqlal adalah KH Abdurrazaq Muhili (perancang pola), HM Fa'iz AR (ketua), M Abdul Wasi AR, H Imron Ismail, Baiquni Yasin, Mahmud Arham, Islahuddin (anggota), serta HM Idris Pirous (asisten).
Halaman Surah al-Fatihah dan iluminasinya.