Minggu, 12 Agustus 2012

Malaysia
Muzium Islam Sarawak, Kuching

Museum Islam di Kuching, Malaysia Timur, mengoleksi beberapa Qur'an Nusantara, di samping beberapa Qur'an dari dunia Islam lain. 

 Koleksi detempatkan di dalam lemari kaca.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Koleksi Museum Negeri Terengganu

Malaysia
Museum Negeri Terengganu

Kesultanan Terengganu, sejak awal abad ke-19, telah terkenal dengan salinan Qur'an yang indah. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi pernah menyatakan itu dalam salah satu catatan perjalanannya. Iluminasi mushaf dari Terengganu dikerjakan dengan sangat detail. Kaligrafinya pun pada umumnya bisa dikatakan bagus, di atas rata-rata kaligrafi Qur'an Nusantara lainnya.
 

Jumat, 10 Agustus 2012

Mushaf at-Tin, Jakarta, 1999

Mushaf ini adalah cetakan faksimili atas manuskrip indah "Mushaf al-Qur'an Ibu Hj Fatimah Siti Hartinah Soeharto". Mushaf ini dicetak dalam tiga ukuran, yaitu besar, sedang, dan kecil. Jumlah iluminasi 33 desain (dari 93 desain dalam manuskrip aslinya yang berukuran 102 x 73 cm). 
        Tim Perancang/Perencanaan. Koordinator Teknik: H Mohammad Djaelani; Ketua Pelaksana Harian: Mahmud Buchari. Bidang Kaligrafi: Ustadz H Imron Islamil, Ustadz Abdul Wasi, Ustadz Baequni Yasin, Mahmud Arham, H Hawi Hasan, H Miftahuzzaman, Islahuddin. Bidang Iluminasi: Drs Achmad Haldani D, Dra Titi H Rasbury, Dra Henny Haerany, Dra Yeyet D Koryeti, Drs M Kusna Wijaya, Drs Zain Rais, Rahman Ruwandi. 
Booklet Mushaf at-Tin yang berisi penjelasan mengenai konsep kaligrafi dan iluminasi, sumber ide iluminasi, keterangan tanda baca, waqaf, daftar juz dan surah, serta struktur organisasi pelaksanaan dan skema teknis kerja dalam pembuatan Mushaf at-Tin dapat dilihat di sini: http://quran-nusantara.blogspot.com/2014/02/booklet-mushaf-at-tin.html
 
Halaman isi Mushaf at-Tin.

Minggu, 05 Agustus 2012

Malaysia 
Muzium Al-Qur'an, Malaka

Museum khusus Al-Qur'an di kota Malaka ini menyimpan koleksi mushaf Nusantara, beberapa di antaranya dari Aceh, Jawa, dan Terengganu.


Selasa, 31 Juli 2012

Koleksi Qur'an di Australia

Di bawah ini sejumlah Qur'an - umumnya berciri Jawa - milik seorang kolektor naskah dan benda seni di Adelaide, Australia Selatan. Dia memiliki sekurangnya 50 naskah, 23 di antaranya Qur'an. Sebagiannya adalah cetakan India dan Singapura yang dahulu beredar di kawasan Nusantara pada paruh kedua abad ke-19. Pemiliknya membeli naskah-naskah ini di Bali. 
        Catatan perjalanannya dapat dibaca di: https://quran-nusantara.blogspot.com/2014/01/perjalanan-ke-adelaide-1.html


Kamis, 26 Juli 2012

Qur'an Sulawesi Barat

8 Qur'an Kuno dari Sulawesi Barat


[Untuk pengutipan, harap unduh dan baca artikel lengkap di sini: https://jurnalsuhuf.kemenag.go.id/suhuf/article/view/123/105]

Mushaf 1
Mushaf ini dari Majene, Sulawesi Barat. Ukuran mushaf 31,5 x 23 cm, tebal 6 cm. Ukuran teks 23 x 13 cm. Cap kertas moonface dengan cap tandingan huruf “VG” (Valentino Galvani). Menurut Russell Jones, kertas berciri seperti itu berasal dari Italia, sekitar tahun 1833-1840. Pemilik mushaf ini mewarisinya dari KH Abdur Rasyid, seorang qadi, buyutnya dari jalur ibu. Abdur Rasyid dahulu tinggal di Wajo selama puluhan tahun.
Mushaf ini beriluminasi istimewa, terdapat di awal, tengah, dan akhir mushaf. Iluminasi dengan sangat detail bergaya “Pantai Timur” Semenanjung Melayu ini dikerjakan dengan keterampilan artistik yang dapat dikatakan luar biasa. Mushaf ini telah mengalami penjilidan ulang – sebagian tepi naskah terpotong.
1a. Qur'an dari Majene: halaman beriluminasi.

Rabu, 25 Juli 2012

Khazanah Mushaf Al-Qur'an Kuno Maluku

Pengantar
Mushaf Al-Qur’an dan naskah-naskah lainnya di Maluku tersebar di beberapa tempat. Namun, dari yang terdaftar hingga saat ini, terbanyak berasal dari Kabupaten Maluku Tengah. Dari beberapa kali penelusuran naskah, sejak tahun 2008, terhimpun 15 mushaf, terdiri atas manuskrip (tulis tangan) dan cetakan awal. Tulisan singkat di bawah ini mendeskripsikan ke-15 mushaf, diharapkan dapat merupakan gambaran awal mengenai keberadaan mushaf Al-Qur’an di Maluku pada masa lampau. Karena iklim yang lembab, dan perawatan yang kurang memadai, pada umumnya kondisi mushaf-mushaf kuno tersebut saat ini sangat memprihatinkan.