Ketika sempat melihat mushaf ini dengan mata sendiri di Museum of Islamic Arts, Doha, 2022, anomali itu masih nyata. Sayang, waktu itu tidak boleh memfoto, karena berada di ruang storage. Kaligrafi Surah al-Fatihah dan awal Surah al-Baqarah tampak ditulis dalam gaya Terengganu, menyatu dengan iluminasi di sekitarnya - sangat kontras dengan gaya tulisan di halaman-halaman selanjutnya. Apakah mungkin penyalin Terengganu 'memperjualbelikan', memaharkan, atau menghadiahkan lembaran iluminasi awal mushaf itu kepada penyalin mushaf di Jawa? Mengingat bahwa Terengganu sejak awal abad ke-19 terkenal dengan keindahan hiasan mushafnya, hal itu bisa terjadi.
Blog untuk kajian sejarah dan seni mushaf al-Qur'an di Asia Tenggara. Semua foto dibuat oleh penulis, kecuali disebut sumbernya. Terbit sejak 2012.
Selasa, 23 April 2024
Halaman Iluminasi 'Diperjualbelikan'?
Mushaf ini adalah anomali! Halaman awal mushaf yang memuat Surah al-Fatihah dan awal Surah al-Baqarah ini dihias indah, jelas mencerminkan iluminasi gaya Terengganu (Malaysia bagian utara sekarang). Namun, anehnya, halaman-halaman mushaf selanjutnya disalin dalam gaya Jawa - terlihat, di antaranya, dari tanda juz-nya yang berupa setengah lingkaran di tepi kanan dan kiri halaman mushaf, dan iluminasi akhir mushaf yang lazim dari Jawa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar