Minggu, 26 Agustus 2012

Singapura
Kedai Seni "Pusaka Melayu", Lorong Masjid Sultan.

Di Singapura ada beberapa lembaga yang mengoleksi Qur'an kuno Nusantara, di antaranya, Asian Civilisation Museum, Taman Warisan Islam, Baalwi, dan sebuah toko seni Pusaka Melayu, di Lorong Masjid Sultan. Di bawah ini adalah dua Qur'an yang dijual di kedai seni tersebut. Qur'an pertama menggunakan kertas dluwang, dengan kolofon singkat berbahasa Jawa yang menjelaskan bahwa pemilik Qur'an ini adalah Samingan. Qur'an kedua, berdasarkan ciri-ciri kaligrafi dan iluminasinya juga diduga berasal dari Jawa. [Foto diambil pada Februari 2008].


Pentashihan

Pentashihan dan Lahirnya Mushaf Standar Indonesia

Dalam upaya memelihara kemurnian, kesucian, dan kemuliaan Al-Qur’an, di Indonesia, lembaga yang secara resmi mempunyai tugas memeriksa kesahihan suatu mushaf, yaitu Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (sejak 2007 bernama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, di bawah Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI). Lajnah secara kelembagaan dibentuk pada 1 Oktober 1959 berdasarkan Peraturan Menteri Muda Agama No. 11 Tahun 1959. Keberadaan Lajnah untuk melaksanakan tugas pentashihan mushaf diperkuat lagi dengan Keputusan Menteri Agama No. 1 Tahun 1982 yang menyatakan bahwa tugas-tugas Lajnah, yaitu (1) meneliti dan menjaga kemurnian mushaf Al-Qur’an, rekaman, bacaan, terjemahan, dan tafsir Al-Qur’an secara preventif dan represif; (2) mempelajari dan meneliti kebenaran mushaf Al-Qur’an bagi orang biasa (awas) dan bagi tunanetra (Al-Qur’an Braille), rekaman bacaan Al-Qur’an dalam kaset, piringan hitam, dan penemuan elektronik lainnya yang beredar di Indonesia; dan (3) menyetop pengedaran mushaf yang belum ditashih oleh Lajnah.
Tanda tashih yang dikeluarkan oleh Lajnah untuk penerbit mushaf.

Qur'an untuk Wanita

Qur'an untuk para Wanita

Sebuah penerbit Qur'an menerbitkan Al Qur'anulkarim Special for Woman, khusus untuk sasaran pasar perempuan. Qur'an dengan dominan warna ungu ini pada bagian teks-teks ayat yang menyangkut perempuan diberi arsir khusus sebagai penekanan.

Artikel terkait:
Ali Akbar, "Pencetakan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia", Jurnal Suhuf, Vol.4, No.2, 2012, hlm. 271-287. Bisa dibaca dan diunduh di http://lajnah.kemenag.go.id/unduhan/category/8-jurnal-suhuf-vol-4-no-2-tahun-2011.html

Sabtu, 25 Agustus 2012

Ragam Qur'an Anak-anak

Ragam Qur'an untuk Anak-anak 

Untuk menarik minat anak-anak dalam membaca (atau membeli? hehe…) Qur’an, beberapa penerbit membuat Qur’an dan terjemahannya dengan ilustrasi dan warna yang khas anak-anak, misalnya bentuk balon, bulan sabit, bintang, awan, atau lengkungan-lengkungan semacam pelangi. Penerbit Mizan menerbitkan I Love My Qur’an, sebuah edisi Al-Qur’an dan terjemahannya dalam satu set, dengan ilustrasi yang unik dan lengkap untuk anak-anak. Ilustrasi itu dimuat dalam jilid terpisah dari teks Al-Qur’annya. Penerbit Sygma/Syamil menerbitkan My First al-Qur’an dan Al-Qur’anulkarim for Kids, dan Penerbit Salam Qur'an menerbitkan Al-Qur’anulkarim dan Terjemahan Edisi Anak. Sementara, Penerbit Gema Insani Press menerbitkan tiga edisi Juz Amma dengan ilustrasi khas untuk anak-anak. Kecenderungan untuk menerbitkan Qur'an dengan sasaran pasar khusus seperti ini dimulai sekitar tahun 2005, dan makin beragam hingga sekarang. 

Artikel terkait:
Ali Akbar, "Pencetakan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia", Jurnal Suhuf, Vol.4, No.2, 2012, hlm. 271-287. Bisa dibaca dan diunduh di http://lajnah.kemenag.go.id/unduhan/category/8-jurnal-suhuf-vol-4-no-2-tahun-2011.html 


Qur'an terbitan Karya Insan Indonesia, Jakarta, 2002


Rabu, 15 Agustus 2012

Qur'an 'Kuno-kunoan' (1): Tiga Ciri

        Sekitar April 2009 masyarakat pernah dihebohkan dengan munculnya sebuah mushaf Al-Qur’an (dan sebilah pedang) secara “tiban” (tiba-tiba ada) di sebuah masjid kampung di Banten (lihat: http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/quran-kuno-kunoan-2.html). Kabar tersebut waktu itu cukup menghebohkan, dan sempat membikin ‘repot’ pihak-pihak yang berwenang. Kabar lainnya, seseorang datang ke sebuah museum membawa sebuah mushaf, dan secara ‘meledak-ledak’ mengatakan bahwa mushaf yang dibawanya itu muncul secara tiba-tiba bersamaan dengan halilintar yang menyambar! Wah! Satu lagi, seseorang dari Cirebon menawarkan sebuah mushaf melalui email dan telefon, dan mengatakan bahwa mushaf yang ditawarkannya itu diperoleh dari tirakat di makam Sunan Gunung Jati bersama beberapa ulama Cirebon!

 Sebuah mushaf 'kuno-kunoan' di sebuah masjid di Kalimantan. [Foto atas kebaikan Zarkasi]

Minggu, 12 Agustus 2012

Koleksi Pribadi

Malaysia
Koleksi Pribadi

Seorang kolektor [yang tidak mau disebutkan namanya] di Malaysia memiliki sejumlah Qur'an dan naskah keagamaan Nusantara, di samping benda budaya lainnya seperti keris, dll. Menurut pengakuannya, koleksi naskahnya mencapai 200-300 naskah, sebagian dititipkan di museum karena rumahnya tidak "cukup" untuk menyimpan naskah. Pada awal tahun 1990-an ia rajin keliling kampung di beberapa kota di Indonesia untuk mencari naskah, "Namun kini harganya sudah mahal," kata dia.

 Qur'an dari Aceh.